Strategi guru memilih media pembelajaran
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Macam-Macam Strategi Pembelajaran serta Contoh Penerapan & Cara Menentukannya

Apa Itu Strategi Pembelajaran?
Mengutip Buku Ajar Strategi Pembelajaran karangan Akrim, dalam bidang pembelajaran, strategi pembelajaran didefinisikan sebagai perencanaan yang mengandung rangkaian kegiatan yang terbentuk dalam sebuah tindakan atau rangkaian kegiatan yang terencana agar dapat meraih tujuan pendidikan tertentu.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang terencana dalam penyampaian materi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Strategi ini tidak hanya dijalankan oleh siswa saja, tapi juga guru sebagai tenaga pengajar.
Hal ini dilakukan agar tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien bisa tercapai. Selain itu, strategi pembelajaran juga tidak hanya sebatas serangkaian aktivitas yang terencana saja, tapi juga pengaturan materi yang akan disampaikan kepada siswa.
Tujuan Strategi Pembelajaran
Adapun tujuan dari menerapkan strategi pembelajaran dalam kegiatan belajar-mengajar adalah sebagai berikut.
- Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
- Meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
- Mewujudkan kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien.
- Terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa belajar merupakan suatu kebutuhan.
- Memperoleh hasil belajar siswa yang
Jenis-jenis Strategi Pembelajaran
Terdapat beberapa jenis strategi pembelajaran yang dapat digunakan guru saat mengajar di kelas. Berikut adalah jenis-jenis strategi pembelajaran.
1. Strategi Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran di mana guru memiliki peranan yang dominan, sedangkan siswa cenderung menerima dan mengikuti apa yang disajikan oleh guru. Dalam strategi ini, proses penyampaian materi dilakukan oleh guru secara lisan kepada siswa agar dapat memahami dan menguasai materi pelajaran secara optimal.
Oleh karena itu, penjelasan guru dalam strategi pembelajaran ekspositori ini harus jelas sehingga bisa dipahami oleh siswa dengan mudah. Penjelasan yang kurang jelas dapat membuat siswa kebingungan dan menghambat proses belajar mereka.
Dalam strategi pembelajaran ekspositori ini, guru dapat menggunakan buku teks, referensi atau pengalaman pribadi sebagai sumber informasinya. Media lain, seperti video pendidikan dan alat bantu visual (diagram, contoh fisik, gambar, dan peta) juga dapat digunakan untuk mendukung penjelasan materi agar lebih mudah dipahami peserta didik.
2. Strategi Pembelajaran Inkuiri
Berbeda dengan strategi pembelajaran ekspositori, dalam strategi pembelajaran inkuiri, siswa memiliki peranan yang lebih aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal ini sesuai dengan definisi strategi pembelajaran inkuiri itu sendiri, yaitu strategi pembelajaran yang memberikan ruang pada siswa untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran.
Itu artinya, siswa tidak hanya menerima penjelasan saja dari guru, tapi juga berupaya untuk menemukan inti dari materi pelajaran secara mandiri. Adapun tujuan dari strategi pembelajaran ini adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.
Oleh karena itu, dalam strategi pembelajaran inkuiri ini siswa tidak hanya dituntut agar dapat menguasai materi pelajaran saja, tapi juga dapat menggunakan potensi yang dimilikinya secara maksimal.
3. Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)
Selanjutnya ada strategi pembelajaran berbasis masalah yang juga bisa digunakan guru saat mengajar di kelas.
Sesuai dengan namanya, strategi ini berfokus pada proses penyelesaian masalah dengan menggunakan cara-cara ilmiah. Permasalahan ini bisa diambil dari buku teks, peristiwa di lingkungan sekitar, maupun peristiwa yang terjadi di masyarakat.
Strategi pembelajaran berbasis masalah ini sangat cocok digunakan bila guru ingin:
- Siswa tidak hanya mengingat materi pelajaran, tapi juga dapat memahaminya dengan baik.
- Mengembangkan kemampuan menganalisis situasi, menerapkan pengetahuan yang dimiliki siswa dalam kondisi tertentu, dan mengetahui adanya perbedaan antara fakta dan pendapat.
- Meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan.
- Membuat tantangan intelektual untuk siswa.
- Mendidik siswa agar lebih bertanggung jawab dalam belajarnya
- Membuat siswa lebih memahami hubungan antara teori yang mereka pelajari di sekolah dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Strategi Pembelajaran Kooperatif
Strategi pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5 sampai 6 orang. Setiap kelompok akan mendapatkan tugas masing-masing dari guru untuk dikerjakan bersama-sama.
Apabila ada anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan oleh guru, maka anggota kelompok yang lain bertugas untuk menjelaskannya, sebelum mengajukan bertanya kepada guru.
Adapun tujuan dari strategi pembelajaran kooperatif ini adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab pada siswa, memberikan peluang yang sama kepada setiap siswa untuk sukses dalam belajar, dan mengembangkan keterampilan sosial siswa.
5. Strategi Pembelajaran Afektif
Jenis strategi pembelajaran berikutnya adalah strategi pembelajaran afektif. Strategi ini menekankan pada pembentukan sikap yang positif kepada siswa dengan cara menghadapkan mereka pada situasi yang mengandung konflik atau situasi yang problematis.
Dengan menghadapkan siswa pada situasi tersebut, diharapkan mereka dapat membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai yang dianggapnya baik.
Strategi pembelajaran afektif ini sangat cocok diterapkan untuk menguatkan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kerjasama, disiplin, komitmen, percaya diri, jujur, menghargai pendapat orang lain, dan kemampuan mengendalikan diri.
6. Strategi Pembelajaran Kontekstual
Strategi pembelajaran kontekstual atau contextual teaching and learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa dalam menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan peristiwa atau permasalahan dalam kehidupan nyata. Dengan begitu, siswa dapat menerapkan materi yang mereka pelajari di sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari.
7. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir
Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah strategi pembelajaran yang berfokus pada perkembangan kemampuan berpikir siswa melalui analisis fakta-fakta atau pengalaman siswa sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.
Dengan strategi pembelajaran ini, daya berpikir siswa akan lebih terlatih dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu saja, strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir juga membantu siswa agar lebih siap dalam menghadapi setiap permasalahan yang diajukan oleh guru.
Daftar pustaka
Arsyad, A. (2019). Media pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Azhar, M. S., & Nurhidayati, N. (2021). Strategi guru dalam pemilihan media pembelajaran di era digital. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 115–124. https://doi.org/10.xxxx/jpp.v10i2
Heinich, R., Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S. E. (2005). Instructional media and technologies for learning (7th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.
Munir. (2018). Pembelajaran digital. Bandung: Alfabeta.
Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahardjito. (2012). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Uno, H. B., & Lamatenggo, N. (2016). Teknologi komunikasi dan informasi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar